Senin, 06 Februari 2017

Teman Hidup Yang Datang Dari Allah



 Penulis By : Henri P.

Mari kita belajar sekali lagi tentang pasangan hidup.

Penghargaan akan visi membuat seseorang bijak dan berhati2 dalam memilih pasangan hidupnya. Esau adalah contoh orang yg sembarangan terhadap visi dan pasangan hidup.


Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yg merah2 itu, karena aku lelah." Tetapi kata Yakub: "JUALLAH DAHULU KEPADAKU HAK KESULUNGAN ITU." Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati, APAKAH GUNANYA BAGIKU HAK KESULUNGAN ITU?" Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah Esau kepada Yakub dan DIJUAL ESAULAH HAK KESULUNGAN-NYA KEPADA YAKUB. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah ESAU MEMANDANG RINGAN HAK KESULUNGAN ITU. (25:30-34).


Esau tidak mengerti keberhargaan hak kesulungannya. Dalam Perjanjian Baru, hak kesulungan ini berbicara tentang warisan visi dan milik pusaka yg diperoleh dari orangtua rohani. Tidak semua orang menghargainya; tidak semua orang menginginkannya. "Apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" adalah sikap hati banyak orang hari2 ini. Esau dengan mudah menukarkannya dengan sepiring makanan dan menganggap bahwa hal itu takkan berdampak apa2 terhadap kehidupannya kelak.


Ketika Esau telah berumur 40 tahun, IA MENGAMBIL Yudit, anak Beeri ORANG HET, dan Basmat, anak Elon ORANG HET, MENJADI ISTERINYA. Kedua perempuan itu MENIMBULKAN KEPEDIHAN HATI bagi Ishak dan Ribka. (26:34-35).

Orang yg memandang ringan hak kesulungan cenderung akan memandang ringan juga perkara pasangan hidup, demikian pula sebaliknya. Hak kesulungan sangat erat kaitannya dengan pasangan hidup, teman pewaris kasih karunia. Hak kesulungan berbicara tentang visi dan panggilan TUHAN, dan pasangan hidup yg tepat dan sepadan adalah salah satu syarat mutlak untuk menggenapi panggilan TUHAN itu.
Esau bertindak sembarangan dengan hak kesulungannya, ia tidak menganggapnya penting, dan ia menukarkannya dengan makanan (keinginan mata dan keinginan daging). Demikian pula ia tidak memandang penting dengan siapa ia menikah. Ia menikahi 2 orang wanita asing, orang Het, tanpa berkonsultasi dengan kedua orangtuanya.


Bahkan di kemudian hari, ketika ia mengetahui bahwa orangtuanya tidak menyukai istri pilihannya, ia malah mengambil keturunan Ismael menjadi isteri ketiganya, mengulangi kesalahan yg sama. Ia memang sama sekali tidak memahami perkara keluarga rohani dan warisan rohani.



Berbeda dengan sikap Abraham terhadap Ishak dan sikap Ishak terhadap Yakub. Abraham sangat berhati2 dalam mencarikan seorang istri bagi Ishak. Ishak dan Ribka juga sangat berhati2 dalam menasehati Yakub tentang bagaimana cara mengambil seorang istri.


Kepada hambanya yg paling tua dalam rumahnya, Abraham berpesan: "Aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah, bahwa engkau TIDAK AKAN MENGAMBIL UNTUK ANAKKU SEORANG ISTRI DARI ANTARA PEREMPUAN KANAAN yg di antaranya aku diam. Tetapi engkau HARUS PERGI KE NEGERIKU DAN KEPADA SANAK SAUDARAKU UNTUK MENGAMBIL SEORANG ISTRI BAGI ISHAK, ANAKKU." (24:3-4).


Abraham menegaskan kepada hambanya itu bahwa perempuan asing takkan pernah menjadi isteri Ishak; isteri Ishak harus berasal dari sanak saudaranya sendiri. Tampaknya kaku, bukan? Tetapi keputusan ini lahir dari pengertian yg benar tentang keberhargaan visi dan janji TUHAN dalam hidup Abraham.

Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya: "JANGANLAH MENGAMBIL ISTERI DARI PEREMPUAN KANAAN. Bersiaplah, pergilah ke Padan-Aram, ke rumah Betuel, ayah ibumu, dan AMBILLAH DARI SITU SEORANG ISTERI dari anak2 Laban, saudara ibumu."


Ishak mewarisi dari ayahnya, Abraham, pengertian yg benar akan keberhargaan visi dan janji TUHAN. Dan ia kembali mewariskan pengertian itu kepada anaknya, Yakub. Ia menegaskan bahwa perempuan asing bukanlah pilihan yg patut dipertimbangkan; keluarga ibunya adalah sumber pilihan satu2nya.




Esau baru menyadari kesalahannya  ketika ia melihat adiknya, Yakub, mentaati perkataan ayah ibunya.

"Ketika Esau melihat bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ, dan bahwa YAKUB MENDENGARKAN PERKATAAN AYAH DAN IBUNYA, dan pergi ke Padan-Aram, maka Esau pun MENYADARI, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya. Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yg telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot. (28:6-9).


Esau terlalu lambat menyadari kesalahannya, dan ketika dia mengambil sikap untuk memperbaiki kesalahannya itu, ternyata dia kembali melakukan kesalahan baru. Dia tidak mengerti prinsip2 kerohanian; dia tidak punya dasar kebenaran yg kuat; dia tidak memahami keluarga rohani dan warisan rohani.

Sikap Ishak yg menerima dengan sukacita pilihan ayahnya, Abraham, baginya, yakni Ribka, patut diteladani. "Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal." (24:67).

Ia sangat percaya itikad baik ayahnya terhadap dirinya dan nilai rohani yg dipegang oleh ayahnya tentang keberhargaan visi. Ishak memiliki hati yg lemah lembut untuk taat, tidak berbelat-belit. Sikap hati dan keputusan Ishak ini layak diteladani oleh setiap pria ULB.

Sikap Ribka juga seyogyanya menjadi panutan bagi para wanita Allah.

"Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: "Maukah engkau pergi beserta orang ini?" Jawabnya: "Mau." (24:58). Ribka memiliki kepekaan yg tinggi akan kehendak Allah bagi hidupnya dan pengertian yg benar akan keberhargaan visi yg dimiliki oleh seorang pahlawan rohani.

Secara jasmani ia belum pernah melihat Ishak, namun secara rohani ia tahu bahwa pria ini adalah pewaris visi dari seorang yg sangat visioner, yaitu ayahnya, Abraham. Ribka berhasil mengenyampingkan hasratnya untuk pemenuhan kriteria2 jasmani dan menggantikannya dengan penghargaan yg tinggi akan keberhargaan visi ilahi. Sikap hati dan keputusan Ribka ini layak diteladani oleh setiap wanita ULB.

Sebagai seorang ULB/CULB, kita perlu menyadari sepenuhnya bahwa dalam Perjanjian Baru, semua suku bangsa sama nilainya di hadapan KRISTUS, karena sama2 telah dibeli dengan harga yg sama, yaitu DARAHNYA SENDIRI. Hal ini ditegaskan dalam surat2 Rasul Paulus.

"Dalam hal ini TIADA LAGI orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu." (Kol.3:11).


"Dalam hal ini TIDAK ADA orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki2 atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." (Gal.3:28).

Jadi, dalam pertimbangan memilih pasangan hidup, seorang ULB/CULB tidak sepatutnya lagi memasukkan kriteria kesamaan suku dalam pertimbangannya, karena bila demikian, maka tanpa sadar ia telah:

👉 menyangkali/menafikan KEMULIAAN DARAH KRISTUS yg telah membuat semua suku menjadi sama nilainya di hadapan-Nya;

👉 menyangkali/menafikan KEMULIAAN PANGGILANNYA SEBAGAI SEORANG ULB untuk membawa Injil Kristus kepada semua suku bangsa.


Faktor yg benar untuk dipertimbangkan dalam memilih pasangan hidup dalam TUHAN adalah KESEPADANAN ROHANI, yg meliputi:

👉 kesamaan visi;

👉 kesamaan kerinduan untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan TUHAN;

👉 kesamaan komitmen untuk berubah ke arah kesempurnaan karakter Kristus;

👉 kesamaan kerelaan untuk berbuah2 bagi kemuliaan Bapa;

👉 kesamaan passion untuk melakukan 5 pilar rohani (doa - penginjilan - pemuridan - persekutuan - misi).


Faktor jasmani bukan lagi menjadi hal yg bersifat mutlak, dan faktor kesukuan seharusnya tidak perlu lagi dipertimbangkan. Sebagai keluarga rohani yg sedang bersama2 mengerjakan sebuah visi ilahi yg mulia, semestinya kita menghargai kemuliaan visi dan panggilan ini lebih daripada kemuliaan keluarga jasmani kita sendiri. Kita dipanggil keluar dari keluarga jasmani kita oleh TUHAN untuk dimasukkan dalam sebuah keluarga rohani-Nya.


Hendaklah kita menyelaraskan pola pikir kita dengan kebenaran Firman TUHAN sehingga kita didapati benar dalam mengambil setiap keputusan penting dalam hidup kita.


Sola Gracia, Soli Deo Gloria

Papi

Senin, 05 September 2016

Lirik Lagu When I Say That I Love You by Frenky S.

When I Say That I Love You

you feel that you're lonely
if doesn't prove that you are alone
you feel that nobady wants you
it doesn't mean that no one cares about you

listen to the words I say, that  I will always by your side
you mean everything to Me,
 and I will never leave you couse I love you so

if you think that you're nothing
before Me you are something beautiful
you think that you can't do anything
but you can do a lot of things with Me

when I say that I love you, it means I give the best for you
when I say that I love yoi, I will give everything for you
no more fear about the future and blame for the past
I'll give everything when I say that I love you

I want you to know that I died for you
I want you to know that I'll give all My life for you
when I say that I love... say that I love you
when I say that I love you I really do.

🎶🎵

Song writer: Frenky S.

Rabu, 03 Agustus 2016

Tujuan Hidup Yang Benar



WHAT IS YOUR AMBITION?
Banyak orang hidup untuk membuktikan keberadaan dirinya sendiri, bahwa dia orang yg ekstra cerdas, atau bahwa dia orang yg multi talenta, atau bahwa dia bisa menjadi orang yg sangat kaya, atau bahwa dia orang yg berpengaruh dan berkuasa, dan pembuktian2 lainnya.

Manusia menetapkan cita2nya semaunya, mengejar ambisinya sekehendak hatinya, menempuh jalannya sesukanya, dan menjalani hidup sepuasnya. Tak banyak yg menyadari bahwa kita ada di dunia ini karena Sang Sutradara telah menggariskan sebuah peran bagi kita dalam Skenario Agung-Nya. Kita akan menerima upah jika menjalankan peran itu dengan baik; sebaliknya hidup kita tak banyak berarti bila kita keluar dari peran itu.

Mari kita lihat dan renungkan: apakah tujuan hidup dari "Manusia Terbesar yg Pernah Hidup"?

🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴

Ketika YESUS KRISTUS datang ke dalam dunia, IA berkata kepada BAPA-Nya:
"Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki - tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku (untuk dipersembahkan). Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: "Sungguh, ini Aku, datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku, untuk menggenapi apa yg sudah tertulis tentang Aku dalam gulungan Kitab." (Ibr.10:5-7).

Jadi YESUS datang ke dunia ini "hanya semata-mata" untuk memenuhi apa yg sudah dituliskan dalam Kitab Suci mengenai Diri-Nya. Dia tidak punya ambisi pribadi, keinginan sendiri, agenda terselubung, dll.
DIA menyadari sepenuhnya bahwa tubuh hidup yg disediakan BAPA bagi-Nya adalah persembahan terbaik yg dapat IA berikan kepada BAPA-Nya.

🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴

Kitab Matius adalah salah satu catatan terlengkap tentang bagaimana kehidupan dan pelayanan YESUS menggenapi nubuatan para nabi dalam Kitab Suci:
📚 Matius 1:23 : lahir dari anak dara
📚 Matius 2:6 : lahir di Betlehem
📚 Matius 2:15 : mengungsi ke Mesir
📚 Matius 2:18 : pembunuhan bayi2
📚 Matius 2:23 : disebut orang Nazaret
📚 Matius 3:3 : ada yg mempersiapkan jalan bagi Dia
📚 Matius 4:15-16 : daerah awal pelayanan Yesus
📚 Matius 8:17 : menanggung penyakit
📚 dan ayat2 lain di pasal2 berikutnya (pasal 12, 13, 21, dan 26).

Jadi hidup-Nya sudah dirancang dan diatur sepenuhnya oleh BAPA melalui nubuatan para nabi2-Nya.
Bukankah hidup kita tidak mungkin lebih baik dari DIA?
Bukankah kita ada murid2-Nya yg harus meneladani Sang Guru?
Bukankah TUHAN sudah menyatakan tujuan hidup kita dengan sangat jelas melalui Firman-Nya?

🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵

Rasul Paulus mengikuti teladan TUHAN YESUS. Ia menetapkan tujuan hidupnya dengan benar berdasarkan keyakinannya yg kuat akan kebenaran nubuatan2 dalam Kitab Suci dan pentingnya penggenapan nubuatan itu melalui hidupnya sendiri:
"Jadi ambisiku selama ini adalah memberitakan INJIL, tapi bukan di tempat2 dimana nama KRISTUS sudah dikenal orang, supaya aku tidak membangun di atas dasar yg sudah diletakkan orang lain, melainkan aku akan melakukan pemberitaan INJIL itu dengan prinsip berdasarkan nubuatan dalam kitab Yesaya 52:15 ini:
"Mereka yg belum pernah diberitakan tentang DIA akan melihat DIA, dan mereka yg belum pernah mendengar tentang DIA akan mengerti/mengenal-NYA." (Rom.15:20-21).

Itu sebabnya dengan sangat giat Paulus melakukan perjalanan misi dari kota ke kota, dari provinsi ke provinsi, dari pulau ke pulau, melintasi lautan hingga mencapai dua benua. Dia mencari tempat2 baru yg belum pernah dilayani dan dia memberitakan Injil di sana dengan penuh semangat, penuh keberanian, dan penuh kuasa. Tak ada halangan apapun yg bisa menghentikan dirinya. Tak ada hasil apapun yg bisa memuaskannya. Sebelum nubuatan TUHAN itu digenapi sepenuhnya, ia akan terus bekerja.

🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴

Kita masih punya banyak "hutang" atas Sulawesi. Kita bersyukur buat apa yg sudah TUHAN lakukan melalui kita sampai sejauh ini, tapi kita masih jauh dari selesai. Tugas masih sangat banyak karena nubuatan dalam Kitab Suci berbicara tentang kota2 sunyi, desa2 Kedar, pulau2 yg jauh, ujung2 bumi, dan suku2 terabaikan.

Masih sangat banyak suku dan kota dan desa dan pulau yg belum diduduki. Masih dibutuhkan sangat banyak pekerja (goers) dan pengutus (senders) untuk mempercepat penyelesaian tugas mulia ini. Itu sebabnya mari terus berdoa untuk tiap pelayanan mahasiswa yg "berdarah misi" di Indonesia supaya mereka menjadi lumbung penghasil pekerja misi suku. Mari juga berdoa untuk para alumni pelayanan mahasiswa yg sudah tersebar kemana-mana supaya mereka mau berkomitmen untuk ambil bagian signifikan sebagai pengutus.

Mari percaya bahwa janji TUHAN akan digenapi untuk frontier mission ini, yaitu: "Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa2 akan datang kepadamu." (Yes.60:5).

🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵🔴🔵

Jadi, apakah ambisi hidupmu?
Samakah dengan ambisi TUHAN-mu?
Penulis: Henry P. 

Saksi-Saksi Iman Dari Alkitab



Saksi-Saksi Iman
 
Bacaan FT: Ibrani 11: 1-40
(11:1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Lalu apakah iman itu? Iman adalah dasar "substance" kata Latin "substance" berasal dari dua kata berbeda: sub dan stance. Sub tentu saja berarti "di bawah". kita mengenal kata-kata separti "submarine," perahu yang bergerak dibawah laut, dan "subterranean" sesuatu di bawah bumi. Kata stance mengacu pada esensi sesuatu. Substance adalah sesuatu yang berada dibawah yang menjadi dasar dari segala sesuatu dalam hidup kita, mendukung, mempertahankan, dan mengamankannya. Iman merupakan dasar bagi keberadaan kita.

Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Musa, Yusuf dan para pahlawan lainnya dalam Ibrani 11 memiliki satu kesamaan: iman, iman yang berkelanjutan dan mendukung mereka sepanjang hidup mereka.
Iman adalah hubungan bersama Tuhan sebagai teman yang dikenal baik, yang menuntun kita untuk melakukan apapun yang Dia minta dan menerima apapun yang Dia izinkan dengan penuh keyakinan bahwa Dia menginginkan hanya yang terbaik untuk hidup kita.

Dalam kitab Ibrani 11, Tuhan mendaftarkan nama-nama pahlawan iman sepanjang berabad-abad. Nama mereka tergantung tinggi di "ruang kemashyuran" surga.
⚽ Habel
"karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman masih berbicara, sesudah ia mati"(11:4)
Alkita mencancatan Habel adalah individu yang benar. Tetapi apakan hasil imannya? Kain tidak memiliki iman dan hidup, sedangkan Habel yang memiliki iman, meninggal. yang mungkin tampak aneh bagi beberapa orang yang memiliki pemahaman yang keliru tentang iman yang sejati, seperti mereka yang percaya jika anda memiliki iman yg cukup, anda akan selalu disembuhkan.

🏀Henokh
"Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah(11:9)

jika Henok tidak memiliki iman, ia akan mati. Tetapi dia memiliki iman, sehingga ia hidup. Namun Habel memiliki kualitas iman yang sama namun ia meninggal. Bagaimanapun, satu hal yang tidak membingungkan kita: setiap pahlawan iman dalam Ibrani 11 mengajar kita, bagaimana mempercayai Tuhan. Henokh percaya kepada-Nya dalam hidup, dan Habel juga demikian dalam kematian.

🏈 Nuh
"Karena iman maka Nuh- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; karena iman itu dia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya." (11:5)
Iman Nuh membuatnya melakukan apa yang Tuhan katakan, meskipun untuk sebagian besar orang-orang di zamannya pasti melihatnya konyol. Nuh tetap berdiri ditempat dimana ia berada selama 120 tahun membangun bahtera meskipun fakta menunjukan bahwa tidak ada hujan. Itulah iman.o

⚾ Abraham
Lalu pengalaman Abraham justru sebaliknya " Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat kenegeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui" (11:8)
Imannya membuat dia meninggalkan keamanan tanah airnya dan dengan berani keluar lalu pergi ke tempat yang dia tidak ketahui.

🎾 Yusuf dan Musa
Yusuf setia kepada Tuhan  meskipun hidupnya dipenuhi kesulitan. Sebagai hasil dari kesetiaannya, Tuhan menghargainya. Dia hidup sebagai saksi Allah yang benar ditengah kekayaan dan kemewahan Mesir. Sebaliknya Musa memiliki pengalaman yang berlawanan. Tuhan membawanya keliar dari Mesir mengenbara dipadang gurun agar sepenuhnya bergantung kepada-Nya. Musa memilih untul "... menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar daripada semua harta Mesir, sebab pandangannya dia arahkan kepada upah (11: 25,26)o

Yusuf memiliki iman dan tetap tinggal di Mesir, sementara Musa memiliki iman dan Tuhan mengatakan kepadanya untuk meninggalkan Mesir. Melalui iman maka Yusuf menjadi kaya, tetapi Musa menjadi miskin.

⚽ 🏀 🏈 ⚾ 🎾 🎾 ⚾ 🏈 🏀 ⚽

Bagitupun para Mosionaris2 yg terdahulu dan kita semua (ULB dan CULB) mengerjakan ini: berdoa yg tidak biasa, berpuasa, membritakan Injil, memiridkan dan berada ditengah2 STA,  karena kita mengimani inilah kehendakNya tertinggi dalam hidup kita. Dan mengimani setiapo firman yang di ucapkanNya  tentang setiap suku, kaum dan bangsa(Wahyu 7:9) pasti akan terjadi. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (11: 6a).

dan Sekalipun nantinya firman berikut ini terjadi pada kita;
-Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh  apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh  melihatnya dan melambai lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
- Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.(11:13, 39)

kita tetap meninggalkan teladan yang baik dan benar buat generani setelah kita, tetap semangat dalam perjuangan ini,  kita setia bukan karena melihat hasil tetapi karena iman kita kepada Si Pemberi Perintah.

#Indonesia Bagi Kemualian Tuhan!

Kamis, 28 Juli 2016

Cinta Sejati Dari Allah Pandangan Kristen


Kamis, 28 Juli 2016  
FT: Keluaran 21-25 & 26-40


TUHAN Allah sangat rindu dikenal dan dikasihi oleh umat-Nya. Betapa Dia rindu cinta-Nya kepada bangsa Israel direspons dengan kehangatan cinta yg sama: "Akulah TUHAN, Allahmu, yg membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku." (Kel.20:2-3).

Cinta yg sejati selalu mengandung aspek cemburu; tidak ada kekasih yg rela diduakan: "Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yg namaNya Cemburuan, adalah Allah yg cemburu." (Kel.34:14). Jika kita sungguh2 mencintai Dia, kita akan dengan serius menyingkirkan segala bentuk berhala dari hidup kita, yg berpeluang menggeser posisi TUHAN di hati kita.

Cinta yg sejati membuat dua sejoli ingin selalu bersama2. TUHAN rindu tinggal di tengah2 bangsa Israel: "Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah2 mereka." (Kel.25:8). Siapakah yg sedang jatuh cinta namun ingin berpisah jauh? Jika kita benar2 mencintai Dia, kita akan selalu betah tinggal di hadirat-Nya.

Cinta yg sejati juga rindu memiliki sepenuhnya, sehingga menuntut kepercayaan penuh dan penyerahan total dari pribadi yg dicintai. Itu sebabnya TUHAN memberikan hukum dan perintah-Nya untuk ditaati oleh bangsa Israel, sebagai wujud kepemilikan-Nya atas mereka: "Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yg telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka." (Kel. 24:12). Jika kita serius mencintai Dia, kita akan bergairah menerima tugas dari-Nya yg menuntut iman kita yg penuh kepada-Nya.

Isi loh batu itu sejatinya tidak boleh dipandang sebagai daftar kewajiban, tetapi sebuah "surat cinta" dari seorang kekasih yg sangat ingin menjagai kekasihnya dan melihat kekasihnya berhasil: "Jika engkau sungguh2 melakukan segala yg Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu dan melawan lawanmu, dst." (Kel.23:22-28). Jika kita sungguh2 mencintai Dia, perintah2-Nya bukanlah menjadi kewajiban bagi kita, tetapi sebuah kesukaan dan perlindungan sejati.

TUHAN ingin cinta-Nya berbalas. Dia rindu disambut dan dikasihi, sama seperti Dia menyambut dan mengasihi. YESUS pernah berkata: "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yg mengasihi Aku. Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti Firman-Ku." (Yoh.14:21+23).

Sebagai pemimpin bangsa Israel, Musa sangat ingin bangsa itu mencintai Allahnya. Dia menyampaikan dengan seksama segala yg diperintahkan TUHAN kepada bangaa itu dan memastikan bahwa bangsa itu melakukan tepat seperti yg diperintahkan-Nya.

Dalam hal pembangunan Kemah Suci, di bawah kepemimpinan Musa, bangsa Israel berhasil melakukan semua hal tepat seperti yg diperintahkan TUHAN kepada Musa. Hal ini disebutkan berulang2 untuk menunjukkan kepada kita betapa pentingnya bagi TUHAN untuk kita melakukan tepat seperti yg Ia perintahkan, sebagai bukti kasih kita pada-Nya
(Kel.40:16,19,21,23,25,27,29,32). Dalam bahasa sederhana, mencintai TUHAN berarti melakukan tepat seperti yg Ia mau.

Namun sejatinya, hati bangsa Israel tidak sepenuhnya tertuju kepada TUHAN. Mereka tidak mencintai Dia sebagaimana seharusnya. Mereka dengan cepat berubah setia: "Mari, buatlah untuk kami allah, yg akan berjalan di depan kami." (Kel.32:1).

Dapatkah kita bayangkan betapa hancurnya hati Allah ketika mendengar perkataan bangsa Israel itu? Bangsa yg sudah dicintai-Nya habis2an itu ternyata mengkhianati Dia dengan mudah, karena sebuah alasan sepele. Cinta menuntut kesetiaan dan bangsa Israel gagal setia ketika harus menunggu Musa hanya 40 hari saja di atas gunung Sinai. Jika kita benar2 mencintai Dia, kita akan menanti dengan sabar dan tekun sampai Ia menggenapi janji2-Nya atas hidup kita.

Murka TUHAN atas bangsa itu adalah wajar. Dan di moment yg sangat krusial itu, Musa menunjukkan kelasnya sebagai seseorang yg sangat mengenal hati TUHAN karena bergaul karib dengan-Nya.

Dengan bahasa yg tepat, Musa berhasil "melunakkan" hati TUHAN, dengan "doa syafaat tingkat tinggi". Kel.32:11-13 + 31-32 mencatat doa Musa kepada TUHAN yg mengubah takdir sebuah bangsa yg besar. Musa mengingatkan TUHAN akan perbuatan-Nya yg sangat besar sewaktu membebaskan bangsa Israel dari tanah Mesir, hujatan kepada nama TUHAN dari bangsa Mesir jika bangsa Israel dibinasakan, dan sumpah-Nya kepada nenek moyang mereka Abraham-Ishak-Yakub tentang bangsa itu.

Semoga dalam anugrah-Nya, TUHAN menuntun kita semua untuk semakin mengenal Dia, sehingga kita menjadi pendoa2 syafaat yg efektif untuk suku2 bangsa yg kita layani. Pendoa yg sangat mencintai TUHAN-nya sehingga tidak rela melihat nama TUHAN dipermalukan, dan akhirnya mengubah sejarah sebuah STA karena berhasil "melunakkan" hati TUHAN.

Ada banyak lagi yg dapat kita pelajari dari pasal2 Kitab Keluaran ini. Di lain waktu kita akan lihat bersama2.

Dalam kasih-Nya,
Papi (Henry P. Panggabean)
19/01/2016, 00:13 Senin, 18 Jan 2016

Kenangan Masa Kecil Dari Dasa Teteasa

Ini kisahku ditulis dengan alasan: pertama supaya mbah Google smakin mbah... ehh maksudnya smakin tau banyak hal, yapss... saat orang-orang...